TERSERET WA GROUP
Menjadi seorang guru adalah cita-cita sejak kecil.
Walau tersendat tapi cita-cita itu tergapai.
Dunia pendidikan membuat perubahan dalam kehidupan keseharian.
Begitu serius dan ingin munculnya prestasi demi prestise, waktu dan tenaga total untuk dunia pendidikan.
Namun takdir, membawa sesuatu yang baru. Berawal mengerjakan tugas sekolah sampai lewat tengah malam sambil dengerin radio, terbersit sebuah ucapan "seandainya" itu suara aku betapa bahagianya membuat orang yang sedang butuh teman dan butuh semangat, kita hadir membantunya dengan obrolan ringan dan musik yang easy listening.
Gayung bersambut dan aku pun menjadi seorang penyiar radio. Muncullah nama dika sebagai "wujud" kedua dalam diriku
. Dunia broadcast dengan dunia pendidikan hampir sama karena sama-sama menggunakan kekuatan suara dan dan kata-kata
Di mana kata-kata seorang guru dan penyiar begitu didengarkan sebagai acuan bahkan dijadikan tempat curhat perasaan
Dunia broadcast membentuk karakter baru dalam diriku aku yang biasa diam menjadi orang yang super aktif mungkin waktu itu aku terkena star syndrome.
yang menurutku wajar bagi orang yang ingin memulai karir dan ingin memberitahukan kepada orang lain bahwa dia ada
Di dunia broadcast aku mengenal teman-teman dari berbagai kelompok band yang ada di Banten. juga pendengar biasa yang disebut dengan soulver
Karena banyak kegiatan di dunia broadcast akhirnya dunia yang sebenarnya aku harus ada di sana, dunia pendidikan,.. terganggu.
Atas anjuran dan nasehat dari seseorang akhirnya aku harus meninggalkan dunia broadcast walaupun sebenarnya sangat berat dan dan itu kulakukan semata-mata untuk kewajibanku sebagai seorang guru.
Dilema memang,
ketika harus meninggalkan pendengar pendengar Setiaku ya setiap malam rela begadang demi mendengarkan celotehan aku yang sebenarnya mungkin tidak ada manfaat nya tapi itulah dunia broadcast penuh dengan kebahagiaan penuh dengan sesuatu yang menyenangkan.
Tahun 2017 aku keluar sebagai penyiar radio dan dan teman-teman tetap menyebut aku Dika karena mereka tahu Dika akan selalu dikangenin
Dan sekarang dunia terbalik..
pendengar Setiaku Teteh Aam Nurhasanah, mengajak aku masuk dalam sebuah grup WA. grup WA para penulis, orang-orang cerdas, orang-orang yang mau mencoba dan orang-orang yang berani berceloteh dihadapan orang lain bahkan tulisannya rela dicaci atau dimaki oleh sang pembacanya.
karena mereka yakin dengsn mencoba semua yang tidak baik akan menjadi baik
Maka jadilah aku sekarang seorang penulis yang masih dalam taraf belajar.
Aku butuh bimbingan dan arahan dari bang Jay, Mr. Bams, Teh Rere dkk.
terima kasih untuk teh Aam, yang sudah ngajak Kak Dika kembali ke arah yang benar.
Semoga Dika tetap Dika Ngenin...☺
Keren Pak Dika, ceritanya inspiratif banget.Lanjut dan semangat.
BalasHapusSalam kenal dari Sidoarjo Pak Dika Ngenin.
BalasHapusSiap Kak Dika ngenin, brandingnya luarr biasa.
BalasHapusWaah Kereen tulisannya. Mnginspirasi. Udah ajh lgsung jd narsum pa. Lanjutkan 👍🙏
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap.semoga selalu sukses
BalasHapusKeren Pak.. semoga terus semangat dan sukses selalu menyertai..
BalasHapusLuar biasa tulisannya dan tetap semangat insyaallah menyenangkan jadi penulis...
BalasHapus